Tugas 1 Jurnalistik Multimedia
AHMED KEMAL ARIADANANG ( 01716146309 )
MIK 2B
DOSEN PENGAMPU
YOLANDA PRESIANA DESI, S.IP., MA
MANAJEMEN INFORMASI DAN KOMUNIKASI
SEKOLAH TINGGI MULTIMEDIA YOGYAKARTA
TAHUN AJARAN 2018
Earth Hour di Jakarta Menghemat Listrik 170 Megawatt

Photo : ANTARA FOTO/Reno Esnir
VIVA – Earth Hour atau penghematan energi selama satu jam dari pukul 20.30 WIB hingga pukul 23.30 WIB berdampak terhadap penghematan energi listrik di Jakarta.
Menurut Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, penghematan listrik di tahun 2017 dari sisi konsumsi listrik selama Earth Hour 2017, sebesar 157 megawatt. Sementara itu, tahun ini, di jam yang sama, berhasil menghemat lebih besar menjadi 169,9 megawatt.
"Ini bisa dibilang 170 megawatt kalau dibulatkan," kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta.
Tak hanya itu, dampak dari penghematan energi listrik selama satu jam ini bisa menghemat keuangan negara. "Kemudian penghematan nilai rupiahnya tahun lalu Rp172 juta dan tahun ini menjadi Rp249 juta," ujarnya.
Selain itu, kata dia, bicara tentang efek rumah kaca maka tahun lalu penghematan emisi 112 ton karbondioksida, dan pada tahun ini menjadi 122 ton karbondioksida.
"Jadi, Alhamdulillah, artinya terjadi peningkatan dan harapannya ke depan akan lebih besar lagi kesadaran kita, bukan hanya satu jam Earth Hour tetapi dalam keseharian kita," ujarnya.
Sebelumnya, Anies Baswedan memadamkan seluruh lampu di kantor Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, pada Sabtu malam, 24 Maret 2018, bertepatan dengan pukul 20.30 hingga 21.30 WIB. DKI ikut serta dalam Earth Hour atau penghematan energi.
Gedung perkantoran yang dimatikan Balai Kota DKI Jakarta, kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta serta lampu Jalan Medan Merdeka Selatan.
Adapun tujuh ikon kota Jakarta yang diminta ikut serta dalam peringatan Earth Hour yaitu gedung Balai Kota DKI Jakarta, Monumen Nasional (Monas), Patung Arjuna Wiwaha, Bundaran Hotel Indonesia (HI), kawasan Patung Pemuda, Patung Pahlawan, dan Patung Jenderal Sudirman.
Sumber Berita : https://www.viva.co.id/berita/metro/1019857-earth-hour-di-jakarta-menghemat-listrik-170-megawatt
Analisis :Berita di atas merupakan berita yang paling fresh dan aktual di minggu ini, sehingga penulis memutuskan untuk meneliti dan menganalisis unsur 5W+1H dan 7 News Value dari berita diatas.
Unsur 5W+1H :
- Berita diatas menjelaskan tentang topik apa? [ What ]
- Kapan peristiwa terjadi? [ When ]
- Dimanakah peristiwa terjadi? [ Where ]
- Siapakah pihak yang terlibat dalam peristiwa? [ Who ]
- Mengapa program Earth Hour dilaksanakan? [ Why ]
- Bagaimana Earth Hour dilaksanakan? [ How ]
- Apa dampak atau efeknya? [ So What ]
( Hasil dari diberlakukannya Earth Hour di Jakarta selama 1 jam, menghemat konsumsi energi listrik 170 Megawatt. Hasil dan contoh dari upaya ini bisa menggerakan warga jakarta bahkan luar Jakarta sekalipun untuk lebih menghemat konsumsi listrik )
Analisis News Value :
News Value yang terdapat di berita diatas adalah :
Human Interest : Upaya penghematan energi listrik dalam bentuk Earth Hour ini bisa menggerakan atau mempengaruhi masyrakat untuk ikut berpartisipasi dalam penghematan energi khususnya di wilayah Jakarta.
Significance : Berita ini merupakan informasi penting bagi masyarakat yang berada di wilayah Jakarta karena merupakan tempat terjadinya peristiwa tetapi tidak terlalu penting bagi masyarakat di luar wilayah Jakarta.
Proximity : Karena ruang lingkup peristiwa yang hanya terjadi di wilayah Jakarta saja, berita ini tidak mempunya nilai Proximity yang besar untuk wilayah luar Jakarta.
KESIMPULAN
Berita di atas merupakan berita yang layak untuk di publikasikan karena sudah mengandung unsur-unsur berita yang sudah baik dan cukup lengkap. Tetapi dari segi News Value, berita ini hanya akan menarik minat pembaca yang membutuhkan atau berhubungan dengan News Value yang terdapat di berita ini saja, hanya warga Jakarta saja atau masyarakat yang punya ketertarikan dengan topik Earth Hour yang tertarik dan mau membaca berita diatas.










